Posted on
Nonton film 6 Alasan Kenapa Kamu Butuh Social Media Detox. Mungkin Vakum Seminggu atau Sebulan Sekali Gitu terbaru

6 Alasan Kenapa Kamu Butuh Social Media Detox. Mungkin Vakum Seminggu atau Sebulan Sekali Gitu

Media sosial sudah mendominasi kehidupan manusia masa kini. Mungkin bisa dibilang 70% (bahkan lebih) hidup kita sehari-hari itu ya di media sosial. Bangun tidur ngecek Instagram, mau berangkat kuliah atau ngantor ngecek Twitter, sampai mau tidur aja harus scroll timeline dulu buat memastikan kita nggak ketinggalan barang secuil informasi pun. Tren semacam ini emang nggak bisa dihindari, mengingat dunia digital terus berkembang setiap detiknya. Tapi di sisi lain, kebiasaan ini bisa bikin kecanduan dan berdampak buruk terhadap mental manusia jika tidak terkontrol.

Kamu pernah dengar social media detox nggak? Intinya adalah vakum dari dunia medsos dengan tujuan agar hidup lebih tenang. Beberapa selebriti tanah air seperti Sarah Sechan, Eva Celia, Ariel Tatum, sampai Mulan Jameela pernah berhenti main Instagram demi hidup yang lebih baik lho. Menurut mereka dan kebanyakan orang, bahkan para ahli, media sosial memang bisa membawa “racun” yang nggak sehat bagi penggunanya. Ternyata, bukan cuma artis atau selebgram aja yang butuh socmed detox, kita pun sebagai orang biasa juga perlu melakukan ini lho. Kali ini Hipwee News & Feature udah merangkum sederet alasan kenapa socmed detox penting banget dilakukan. Mari simak!

1. Istirahat dari media sosial akan menghentikan kebiasaan membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain. Meski udah ditahan-tahan, emang kadang susah menyetop kebiasaan ini

Jadi sangat kompetitif

Main medsos itu secara nggak sadar bikin hidup jadi seperti sebuah perlombaan. Hari ini lihat si A liburan ke Jepang, eh besoknya nggak mau kalah, langsung booking tiket ke sana. Atau si B, teman sebaya yang udah mulai nyiapin pernikahan, langsung deh kode-kodein pacar buat segera melamar. Meskipun udah ngerasa nahan-nahan, tapi kebiasaan membanding-bandingkan ini emang sulit dihindari. Soalnya balik lagi ke tujuan medsos dibuat: untuk menarik perhatian orang lewat unggahan kita.

Tingginya daya saing di medsos ini bahkan bisa memengaruhi kepercayaan diri banyak orang. Sebagian malah bisa sampai menimbulkan kecemasan dan depresi lho! Wah, udah nggak sehat sih kalau begini caranya…

2. Dengan vakum sebentar dari media sosial, privasi kita juga jadi lebih terjaga. Biar nggak semua-semua diupload dan terekspos orang banyak gitu

Biar nggak kebiasaan apa-apa upload

Mengunggah potret kehidupan kita di medsos itu bisa dibilang mirip dengan kita sebar poster selfie kita di tempat umum. Bedanya kalau di public space, kita bisa tahu saat orang lain memperhatikan bahkan mengkritiknya. Tapi kalau di medsos, kita nggak bakal tahu apa yang mereka lakukan sama foto kita. Mungkin ada yang terpesona, mengumpat, atau bahkan menyimpannya jadi koleksi pribadi. Vakum sebentar dari medsos bisa bantu menjaga privasi kita. Biar bagaimana, kamu pun sebenarnya juga nggak mau ‘kan kehidupan pribadimu jadi konsumsi banyak orang?

3. Social media detox membuat kita jadi belajar buat mengontrol ketakutan akan ketertinggalan informasi. Haus informasi memang bagus, tapi kalau sampai bikin kecanduan juga nggak baik

Ribuan bahkan jutaan informasi tersaji di media sosial setiap harinya. Berkecimpung di dalamnya, mau nggak mau akan mendorong kita ikut mengonsumsi berbagai informasi tersebut. Karena udah jadi kebiasaan, rasanya kalau nggak buka medsos bentar aja langsung merasa ketinggalan zaman. Perasaan gelisah dan khawatir pun muncul. Ini istilah psikologinya Fear of Missing Out (FOMO). Kalau udah parah, bisa berpengaruh ke kehidupan nyata lho. Haus informasi memang bagus, tapi kalau malah berujung kecanduan sih udah nggak sehat namanya, mending berhenti sekalian, ‘kan?

4. Terlalu fokus dengan apa yang ada di medsos bikin sering lupa kalau kita juga punya kehidupan di dunia nyata. Vakum sebentar bakal bantu kita terhubung kembali dengan lingkungan nyata

Biar sadar kalau masih hidup di dunia nyata

Banyak banget orang yang kecanduan medsos jadi tanpa sadar menarik diri dari lingkungannya. Hidup serumah, tapi ngerasa nggak kenal-kenal banget sama keluarganya sendiri, karena tiap hari pada sibuk sama gawai masing-masing. Padahal kodratnya manusia itu ya bersosialisasi, nggak cuma secara online aja tapi juga offline. Soalnya biar gimana pun canggihnya medsos, tetap nggak bisa menggantikan fungsi-fungsi penting dari berinteraksi secara langsung.

5. Karena merasa dituntut buat selalu mengunggah konten-konten baru, kadang orang jadi nggak benar-benar menikmati momen yang lagi dilalui

Jadi kurang menikmati momen

Sering ‘kan kalian saat jalan-jalan atau sekedar kumpul sama teman lama yang dipikirkan malah mencari foto bagus buat diunggah di medsos? Mungkin tujuannya juga buat mendokumentasikan momen penting, tapi kebiasaan ini secara nggak sadar juga bisa bikin momen itu kurang berharga dan malah nggak memorable. Salah satu tujuan detox ya biar kita tuh bisa lebih menikmati momen gitu…

6. Tanpa sadar, vakum bermedia sosial juga bikin kita jadi punya lebih banyak waktu luang buat melakukan hal lain yang lebih berfaedah

Jadi bisa me time berkualitas

Pernah nggak kalian ngerasa nggak punya waktu buat olahraga, atau sekedar bersih-bersih rumah, padahal seharian nggak berkegiatan. Ini karena waktu libur dari rutinitas, kita malah larinya ke media sosial. Rehat dari 1 kesibukan, eh justru masuk ke kesibukan lain. Coba bandingkan kalau kita vakum sebentar dari medsos, waktu luang itu bisa digunakan buat melakukan hal lain yang lebih bermanfaat.

Socmed detox memang akan terasa sulit di awal, apalagi kalau kita udah terlanjur “mengatur” otak kita buat ngecek media sosial beberapa jam atau menit sekali. Tapi setelah udah terbiasa, kamu akan merasa hidupmu jauh lebih bermakna. Pokoknya atmosfer negatif yang biasanya diperoleh dari medsos akan menghilang deh. Kalau merasa belum bisa vakum lama, mungkin boleh dicoba seminggu sekali atau sebulan sekali dengan durasi selama yang kamu bisa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *