Posted on
Nonton film Fakta Masjid Kubah Emas di Depok dan Pendirinya yang Baru Berpulang ke Rahmatullah terbaru

Fakta Masjid Kubah Emas di Depok dan Pendirinya yang Baru Berpulang ke Rahmatullah

oleh: Cynthia Dewi Basuki| 30 Maret 2019 | Tokoh

DEPOK, KOMPAS.com – Hajah Dian Djuariah Maimun Al Rasyid, pendiri Masjid Dian Al Mahri sekaligus penggagas Masjid Kubah Emas di Depok meninggal dunia pada Jumat (29/3/2019) dini hari.

Masjid Kubah Emas atau Masjid Dian Al Mahri itu benar-benar dilapisi dengan emas 22 karat.

Kemegahan masjid tersebut sering kali menjadi daya tarik untuk wisata religi. Kompas.com merangkum sejumlah fakta tentang Masjid Kubah Emas Depok dan cerita dari pendirinya:

Berkubah emas:

Masjid Kubah Emas ini memiliki lima kubah, terdiri dari satu kubah utama dan empat kubah kecil.

Kubah emas itu memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara empat kubah kecil memiliki diameter bawah enam meter, tengah tujuh meter, dan tinggi delapan meter.

Selain itu, di dalam masjid terdapat lampu gantung yang didatangkan langsung dari Italia seberat delapan ton. Relief hiasan di atas tempat imam juga terbuat dari emas 18 karat.

Begitu pula pagar di lantai dua dan hiasan kaligrafi di langit-langit masjid itu pun dilapisi emas. Sementara, mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 buah itu pun juga berlapis bahan prado atau sisa emas.

Didesain oleh pendirinya:

Masjid Kubah Emas dibangun oleh Dian Al Mahri. Saat itu, Dian dikenal sebagai pengusaha asal Banten. Ia membeli tanah di kawasan itu pada tahun 1996.

Kemudian masjid mulai dibangun sejak tahun 2001 dan selesai sekitar akhir 2006.

Masjid Kubah Emas dibuka untuk umum pada 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha yang kedua kalinya pada tahun itu.  Untuk desain interior juga langsung dirancang oleh Dian Al Mahri.

Dian mendatangkan langsung lampu gantung dari Italia seberat delapan ton. Pelataran Masjid Dian Al Mahri atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Kubah Emas yang berlokasi di Jalan Raya Meruyung, Sawangan, Depok. Foto diambil pada Senin (5/6/2017).

Di dalam masjid, terdapat bagian langit-langit di mana bisa melihat adanya awan-awan. Keindahan langsung terlihat saat masuk ke dalam masjid megah ini.

Desain interiornya memberikan nuansa mewah dan tata ruangnya menambah kagum mereka yang datang beribadah.

Desain dan arti:

Arsitektur masjid ini mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya.

Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen.  Enam menara (minaret) di Masjid Kubah Emas berbentuk segi enam atau heksagonal, melambangkan rukun iman.

Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya, terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India.

Destinasi wisata:

Desainnya yang megah serta kubahnya yang dilapisi emas membuat banyak orang tertarik datang ke masjid ini untuk berwisata.  Tidak hanya wisatawan domestik yang datang, sering kali juga datang wisatawan luar negeri hendak merasakan keindahan dari masjid ini.

Salah satu penjaga Masjid Kubah Emas Azhari mengatakan, tiap bulan Ramadan hampir 7.000 orang yang datang ke masjid untuk beribadah dan berswafoto.

Halamannya yang tertata dengan tanaman-tanaman hias membuat tempat tersebut jadi salah satu spot ngabuburit terfavorit saat Ramadan. Kawasan Masjid Kubah Emas terdiri dari tiga bangunan.

Masjid menjadi bangunan utama, di sampingnya ada rumah kediaman keluarga Dian Al Mahri, dan satu aula pertemuan. Aula pertemuan di dalam masjid dijadikan sarana bagi pengunjung masjid yang sekadar ingin beristirahat, dengan menghadirkan toko makanan dan butik pakaian.

Makam sang Pendiri:

Pendiri Masjid Kubah Emas Depok Dian Al Mahri meninggal dunia pada Jumat (29/3/2019) sekitar pukul 02.15 WIB.

Dian Al Mahri berpulang di usianya yang ke-70 tahun dengan meninggalkan suami, 14 anaknya, dan 38 cucunya. Dian meninggal lantaran mengidap penyakit pneumonia atau infeksi paru-paru.

“Beliau punya beberapa taman wakaf, tetapi beliau ingin ketika sudah dipanggil Allah ingin dimakamkan di belakang mimbar atau depan masjid sini. Ini keinginan Ibu, mungkin dia ingin dekat dengan masjid dan ingin selalu dekat dengan rumah Allah,” ujar Ratu Ayu Novianti, anak Dian yang kedelapan sambil tersenyum.

Artikel Asli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *