Posted on
Nonton film Melirik Perencanaan Keuangan Syariah terbaru

Melirik Perencanaan Keuangan Syariah

Perencanaan keuangan syariah, apa sih yang membedakannya dengan membuat rencana keuangan pada umumnya?

Dilihat dari kaca mata Islam, mengatur dan merencanakan keuangan merupakan hal yang sangat dianjurkan. Walaupun tidak ada ayat ataupun hadits yang secara spesifik menjelaskan atau mengatur mengenai perencanaan keuangan, tetapi banyak sekali ayat dan hadists yang menerangkan pentingnya melakukan sebuah perencanaan keuangan untuk sebuah kehidupan yang lebih baik.

Islam is a way of life.

Islam adalah agama yang komprehensif, integratif dan holistik yang mengatur semua aspek kehidupan, besar dan kecil, pribadi dan sosial, spiritual dan material dan berhubungan dengan tata cara kehidupan duniawi ini menuju akhirat. Ini berarti apa bila kita percaya bahwa segala sesuatu mengenai kehidupan telah diatur oleh Allah dan percaya bahwa rizki diberikan oleh Allah dan hanya berupa titipan selama kita di dunia, maka idealnya seorang muslim menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam mengelola rizki mereka. Dengan melakukan sebuah perencanaan atas rizki berupa harta yang kita dapatkan, berarti kita telah berusaha untuk mencapai tujuan-tujuan hidup kita di dunia dengan memohon ridhaNya, dan terakhir adalah dengan yakin dan tawakal kepada Allah.

Surat Yusuf ayat 43 – 49 biasanya menjadi salah satu dasar para perencana keuangan syariah dalam membuat perencanaan terkait manajemen asset atau keuangan. Dalam surat tersebut dijelaskan tentang bagaimana Nabi Yusuf a.s mengintepretasikan mimpi Raja yang bermimpi tentang tujuh sapi betina gemuk dimakan oleh tujuh sapi betina kurus, dan Nabi Yusuf a.s menafsirkan mimpi itu, “Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang tujuh (tahun) yang sangat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu siapkan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang kamu simpan. Setelah itu akan datang tahun, di mana manusia diberi hujan (dengan cukup) dan pada masa itu mereka memeras anggur.”

Dalam surat Yusuf tersebut sebetulnya banyak hal yang seharusnya menjadi perhatian dan pertimbangan kita untuk membuat perencanaan keuangan. Pertama, bahwa di dalam hidup kita akan mengalami masa-masa sukses dan juga masa-masa sulit seperti sebuah siklus. Bahkan dalam surat tersebut disebutkan masa tujuh tahun, di mana bila kita memperhatikan sejarah krisis ekonomi memang biasanya terjadi dalam siklus setiap tujuh tahun.

Kedua, hendaknya saat kita memiliki pendapatan dan hasil perdagangan di masa-masa yang baik selalu menyisihkan untuk masa depan dan hanya mengonsumsi secukupnya untuk persiapan di masa-masa sulit. Sulit dalam perencanaan keuangan tidak hanya selalu dikaitkan dengan kesusahan tetapi juga akan ada masa di mana kita membutuhkan kekuatan finansial yang lebih dari masa-masa biasanya. Misalnya tahun di mana kita harus membayarkan dana pendidikan anak, atau hendak melaksanakan ibadah haji, dan lainnya.

Ketiga, agar kita yakin akan selalu datang pula masa di mana kita akan memperoleh rizki yang lebih sesuai usaha kita, dan pada masa itulah kita harus cermat dalam mengelolanya dan tidak hanya sekadar menghamburkannya. Selalu ada hak masa depan atas apa yang kita hasilkan hari ini sehingga kita harus mampu berinvestasi dengan baik.

Setelah mengetahui dasar pengelolaan keuangan dalam Islam, maka selanjutnya adalah bagaimana kita bisa menjaga dan mendistribusikan harta yang telah terakumulasi secara syariah. Bagaimana pun harta adalah amanah yang harus kita jaga dan akan dimintai pertanggung jawabannya kelak, sehingga kita harus cermat dalam mengelolanya. Menghindari riba dalam berinvestasi, menghindari utang, menjauhi judi dan ketidakpastian.

Semoga artikel ini dapat menjadi motivasi untuk mulai membuat sebuah rencana keuangan bagi siapa pun demi masa depan yang lebih baik.

Artikel Asli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *