Posted on
Nonton film Menabung Saham itu Mudah terbaru

Menabung Saham itu Mudah

Saat ini daftar pemilik rekening investor di bursa saham indonesia baru mencakapi 472,900 dari total seluruh penduduk di Indonesia. Yang menarik, jumlah dana yang beredar di pasar modal saat ini adalah 4700T, lebih besar dari todal dana yang beredar di perbankan yang berjumlah 4500T. Sementara saat ini total penduduk Indonesia yang memiliki dana di bank adalah 160 jutaan.

Jika anda pernah mendengar tentang hukum pareto. Teori itu hampir sepenuhnya berlaku didunia keuangan, bahwa sedikit orang ternyata lebih menguasai lebih banyak uang. Yang mengejutkan, jumlah dana yang beredar di bursa 64% justru adalah dana asing yang sangat likuid berpindah area dalam hitungan menit. Tidak mengherankan IHSG seringjkali begitu rapuh.

Mungkin kita masih ingat kejadian tahun 2007, menteri keuangan Sri Mulyani, mencanangkan program penambahan investor lokal secara agresif. Meminta banyak institusi, korporasi, hingga masyarakat luas untuk berinvestasi langsung di pasar modal. Targetnya waktu itu adalah komposisi dana investor lokal naik hingga 50% dari total dana yang ada di pasar modal. Tapi, hingga hari ini, pertarungan mengejar angka itu seperti tidak ada habisnya.

Mari kita keluar sedikit dari data-data diatas. Mari kita merenung sejenak mengenai nilai-nilai yang kita anut mengenai uang.

We walks, breaths, eats, sleeps in a public company.

Ketika kita bangun tidur, kita ke kamar mandi. Mungkin toilet kita dibuat oleh sebuah perusahaan yang sahamnya terlisting di bursa. Kita menggunakan sabun, shampoo, lotion yang di produksi oleh perusahaan consumer goods ternama. Kita sarapan roti, mungkon roti kita dibuat oleh pabirk makanan yang terdaftar di bursa. Begitu dekatnya sebenarnya kita dengan makhluk bernama “saham”.

Ketika kita berangkat ke kantor. Kita mungkin menggunakan mobil yang dirakit oleh perusahaan yang terdaftar di bursa. Meluncur dijalanan, kita masuk toll. Tanpa sadar kita membayar perusahaan pembuat jalan toll yang perusahaan go publik. Begitu tiba dikantor kita mungkin membeli kopi di kedai ternama, pernahkan anda perhatikan tempat kita membeli kopi ternyata mendaftarkan perusahaannya di bursa.

Mungkin cerita ini jika diteruskan tidak ada habisnya. Tapi yang harus kita renungkan adalah, sedemikian dekat hidup kita dengan saham. Tapi kita masih merasakan saham sebagai barang antik dan ajaib milik segelintir orang. Dunia saham selalu digambarkan sedemikian seram dan tricky oleh banyak media. Bahkan oleh beberapa penasehat keuangan sendiri.

Memang tidak sedikit berita negatif tersebar mengenai saham selama ini. Ada yang bilang uang mereka habis gara-gara main saham. Begitu dikorek lebih jauh, ternyata yang dilakukan adalah trading forex. Hanya karena sama-sama tampak dilayar dengan angka dan grafik yang terlihat abntik dan njelimet, orang memukul rata bahwa saham itu sedemikian susah.

Lets just simplify the problem.

Definisi saham secara formal adalah bukti legal kepemilikan sebuah perusahaan yang dinyatakan sedemikian rupa. Secara awam, saham tidak terlalu beda dengan membuka warung bakso. Bahkan banyak sekali masyarakat didaerah yang melakukan ini. Misalnya begini, jika ada dua orang bekerja sama membuka warung bakso. Orang A menyetorkan modal awal 70% , sementara orang B menyetorkan modal 30%. JIka mereka sama-sama bekerja secara bahu membahu, maka ketika warung bakso ini menghasilkan keuntungan, keuntungannya akan dibagi 70: 30. Orang A mendapatkan 70% dari keuntungan , Orang B mendapatkan 30% sisanya. Pembagian keuntungan semacam ini, didalam pasar modal biasa disebut deviden. Hanya saja di pasar modal pembagian deviden tidak serta merta dari total keuntungan perusahaan. Ada proses akuntansi , hingga RUPS yang akan menetukan besaran deviden yang akan diterima investor dari setiap lembar saham yang dimilikinya. Suatu hari, kita akan berkenalan dengan cum date, right issue, stock split, dst.

JIka suatu hari orang A dan orang B berselisih. Kemudian orang B memutuskan hengkang dari usaha warung bakso. Maka ketika hengkang, 30% dari aset warung bakso itu saat itu akan dibawa pergi oleh orang B, atau mungkin akan dijual ke A. Dipasar modal peristiwa seperti ini disebut trading. Kita bisa melakukan aksi menjual saham yang kita miliki, atau membeli saham orang lain yang sedang dijual. Nantinya secara bertahap, kita akan berkenalan dengan istilah volume, likuiditas, LQ 45 , saham lapis kedua, dan seterusnya. Tapi prinsipnya sesederhana itu.

Well, saya tidak bisa menyederhankan lagi secara sederhana mengenai saham. Karena seperti berenang, semakin kita hanya mengamati tanpa langsung terjun ke air, umumnya semakin kita berfikir bahwa berenang itu susah. Padahal bagi kebanyakan orang, jika hanya sekedar mengapung atau bertahan untuk tidak tenggelam, hampir semua orang bisa melakukannya. Kalau kita, masih berusaha menyanggah opini ini, mungkin ada baiknya kita kembali ke aturan kuno. Sebelum berlari, semua orang belajar merangkak dan berjalan. Yes, semudah apapun investasi disaham, saya tahu bahwa semua orang membutuhkan proses.

 

Artikel Asli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *