Posted on
Nonton film Review Film The Curse of the Weeping Woman: Film Hantu Penculik Anak yang Mencekam terbaru

Review Film The Curse of the Weeping Woman: Film Hantu Penculik Anak yang Mencekam

-Posted on 20th April 2019 |by Lucia H M Nababan|Horror Movie-

Masih ingat ketika James Wan mendobrak semua klise soal film horor supernatural dengan Insidious dan The Conjuring? Menyenangkan dan menyegarkan sekali, ya, menontonnya? Namun, sayangnya penyegaran ini malah menjadi sebuah klise yang baru. Bagaimana ini bisa terjadi?

Sebelum menonton The Curse of the Weeping Woman atau The Curse of La Llorona (dibaca: Layorona), senang sekali melihat posternya yang keren dan mencekam. Film horor yang melibatkan anak kecil juga jarang salah, apalagi yang berdasarkan legenda dari Amerika Selatan yang sangat misterius. Film ini digarap oleh Produsers ternama yang sudah banyak mengeluarkan banyak karya film horror memukau yaitu The Conjuring, Insidious dan masih banyak lagi film-film garapan lainnya

Cerita dibalik film ini merupakan cerita rakyat mexico dan menjadi suatu peringatan dari orang tua kepada anaknya agar tidak nakal dan selalu patuh terhadap orang tua jika tidak mau dikunjungi oleh La Llorona. Film ini bercerita bersama seorang ibu orang tua tunggal sebagai karakter utamanya. Anna (Linda Cardellini) adalah seorang pekerja sosial yang memegang kasus ibu orang tua tunggal lainnya, Patricia yang dicurigai menganiaya kedua anak laki-lakinya. Ketika menyelidiki kasus ini ke rumah Patricia, Anna menemukan keanehan yang tak biasa, dan ketakutan dari Patricia ternyata berhubungan dengan momok yang tadinya dianggap mitos oleh Anna, bernama La Llorona.

Image result for the weeping woman

La Llorona adalah sebuah kisah yang bercerita tentang seorang wanita cantik bernama Maria yang menenggelamkan anak – anaknya agar bisa menikah dengan pria yang di cintainya. Padahal pria itu sendiri yang menghancurkan dirinya sendiri. Lalu La Llorona menenggelamkan dirinya sendiri di sungai didaerah Mexico City. Lalu La Llorona tidak diijinkan memasuki daerah akhirat sana karena dia harus menemukan keberadaan anak – anaknya yang di tenggelamkannya agar bisa memasuki daerah akhirat. Maria dipaksa untuk mengembara bumi untuk selamanya hingga menemukan anaknya yang di tenggelamkan itu. Sia sia mencari anaknya yang tenggelam itu, lalu dia menangis terus menerus berharap ada yang menemukan anaknya itu. Maksud dari nama La Llorona adalah sebuah nama untuk roh yang terjebak diantara dunia nyata dan dunia roh.

Konon katanya La Llorona akan menculik anak anak yang berkeliaran mirip dengan anaknya yang hilang, atau anak yang tidak mematuhi orang tua mereka. Orang orang berkata dia akan muncul pada malam hari atau di malam terakhir (Jam 04.00) di sungai atau danau di kota Meksiko. Beberapa percaya bahwa mereka yang ratapan kesedihan La Llorona akan mati dalam beberapa hari, mirip seperti legenda banshee Gaelic. Dia selalu menangis dan mengatakan “Ay, mis hijos!” dalam bahasa indonesia yang berarti “Oh, anak saya”.

Image result for the weeping woman

Warna yang suram, suasana rumah sampai penampakan-penampakan dari La Llorona menambah rasa mencekam film ini. Beberapa jump scare  juga disajikan cerdas dan membuat kita menahan napas, lalu menjerit (mungkin ini saya saja, sih) kaget atau ketakutan. Akting dari Linda Cardellini yang sudah kawakan tentu ciamik, walau biasanya dia bermain di film drama. Aktor yang memerankan anak-anaknya juga pandai membawa suasana mengerikan.

Sangat pekat kesan film ini terpengaruh dengan gaya penyutradaraan James Wan (yang jadi salah satu produser juga di film ini) di film-film horornya, bahkan ada selipan informasi sedikit bahwa film ini jadi bagian dari jagat The Conjuring. Namun, karena pengaruh itu juga, The Curse of the Weeping Woman terasa sangat manut dengan formula film horor supernatural yang membuat kita jadi seolah sudah paham bagaimana ceritanya berjalan. Tidak ada kejutan lagi. Kalau James Wan sering membuat kita panik karena pengambilan gambar-gambar ketat yang membuat kita tidak memiliki visi periferal, kemudian dengan mengagetkan menunjukkan bahwa ada sesuatu di atas, samping, atau belakang kita, film ini mencoba melakukan hal yang sama, tetapi gagal. Pengambilan gambar yang tidak konsisten dan penyuntingan yang kurang tepat sering mengurangi ketegangan. Namun, tentunya film ini tetap seru untuk ditonton, apalagi bersama gebetan, jadi bisa pura-pura takut supaya bisa menempel di bahunya (modus).

Sutradaranya Michael Chaves ternyata memang baru pertama kali mendalangi feature film, tetapi tidak tanggung, proyek berikutnya adalah The Conjuring 3! Semoga segera jadi lebih baik!Yuk buruan nonton dan nantikan filmnya di channel HL8TV ya sob

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *