Posted on
Nonton film Tradisi Ramadan Turki, Maroko dan India Mirip Tradisi Sahur di Indonesia terbaru

Tradisi Ramadan Turki, Maroko dan India Mirip Tradisi Sahur di Indonesia

oleh: Cynthia Dewi Basuki| 8 Mei 2019 | Berita Ramadhan

Bobo.id – Teman-teman, apa yang biasanya membuatmu terbangun untuk santap sahur?

Kebanyakan dari kita bangun oleh suara orang tua yang membangunkan kita. Ada juga teman-teman yang terbangun karena suara panggilan sahur dari pengeras suara di masjid sekitar rumah.

Tapi masih ada beberapa daerah yang punya tradisi unik, yaitu orang-orang yang berkeliling membangunkan sahur. Bahkan, biasanya yang berkeliling untuk membangunkan sahur ini adalah anak-anak, lo.

Anak-anak yang membangunkan sahur ini akan membawa peralatan seperti rebana atau kentongan sambil meneriakkan “Sahur.. sahur!”. Rupanya, di negara lain juga ada yang punya tradisi membangunkan orang sahur seperti di Indonesia, lo. Yaitu di Turki, Maroko, dan India.

Kita lihat yuk ada tradisi apa saja di tiga negara ini.

Turki

Di Turki, setiap sahur ada tradisi para penabuh drum yang membangunkan orang sahur, teman-teman. Drum ini disebut dengan davul.

Tradisi ini sudah berlangsung sejak zaman kekaisaran Ottoman, lo. Komunitas penabuh davul lokal akan berkumpul di jalanan Turki dan mulai membangunkan orang-orang untuk santap sahur.

Jumlah para penabuh davul ini mencapai 2.000 orang, lo. Penabuh davul disebut davulcu. Biasanya, para davulcu ini mengenakan pakaian tradisional Ottoman, teman-teman. Termasuk peci besar yang khas.

Untuk menghargai davulcu yang berkeliling membangunkan orang untuk sahur, para warga akan memberikan uang pada mereka. Uang pemberian ini disebut bahsis. Bahsis akan dikumpulkan dua kali selama Ramadan.

Kadang-kadang, warga juga mengajak davulcu untuk makan sahur bersama. Orang Turki mempercayai kalau dengan memberi bahsis akan mendapatkan keberuntungan sebagai balasan dari kebaikannya.

Karena merupakan tradisi yang dijaga, pemerintah Turki memberikan kartu anggota pada para davulcu, lo. Ini dilakukan supaya semakin banyak anak muda yang menjaga tradisi tersebut, teman-teman.

Maroko

Di Maroko suasana sahur juga tidak jauh berbeda, nih. Orang-orang yang sedang tidur akan dibangunkan saat sahur oleh nafar. Nafar akan memainkan alat musik untuk membuat orang-orang bangun.

Nafar berkeliling membangunkan sahur dengan mengenakan pakaian tradisional gandora, sandal, dan topi. Seorang nafar haruslah orang yang dipilih oleh masyarakat, lo. Di Maroko, nafar dipilih karena kejujuran dan kepeduliannya.

Tradisi ini sudah ada sejak abad ke-7 dan ada di Maroko serta negara Timur Tengah lainnya.

Menurut Yasmine Guermoudi penulis di Culture Trip, tradisi ini bermula ketika seorang yang menemani Nabi Muhammad SAW berkeliling di jalan saat dini hari sambil menyenandungkan doa.

India

Kalau di India, ada kelompok bernama seheriwalas atau zohridaars. Ini merupakan bagian dari budaya Mughal di zaman dahulu. Saat bulan Ramadan, seheriwalas akan berjalan di sepanjang jalan di kota saat menjelang waktu sahur.

Berbeda dengan tradisi di Turki atau Maroko yang memakai alat musik, seheriwalas berkeliling sambil menyenandungkan nama Allah dan para Nabi. Tradisi yang sudah ada ratusan tahun ini terus dilakukan di wilayah yang memiliki populasi Muslim tinggi seperti di Old Delhi, teman-teman.

Para seheriwalas akan mulai berkeliling pada pukul 2.30 pagi. Seringkali mereka membawa tongkat kayu untuk mengetuk pintu atau dinding rumah penduduk.

Cari tahu seputar tradisi Ramadan lainnya pada artikel terkait di bawah, yuk, teman-teman!

Artikel Asli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *